Leads Indonesia

Articles

APA ITU KEPEMIMPINAN? STRATEGI MENJADI PEMIMPIN YANG BERHASIL

kubikleadership.com

Kepemimpinan atau dalam bahasa Inggris disebut dengan leadership memiliki arti luas, yaitu “Ilmu tentang kepemimpinan, teknik kepemimpinan, seni memimpin, ciri kepemimpinan, serta sejarah kepemimpinan.” (Tikno Lensuie).

Kepemimpinan mengacu pada seseorang yang memimpin sebuah organisasi atau lembaga, dan bukan sekadar memimpin sebuah kegiatan yang sementara seperti upacara bendera, paduan suara dan sejenisnya (memimpin sesaat).

Kepemimpinan merupakan pola hubungan antara individu-individu yang menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap kelompok agar bekerja bersama demi tercapainya tujuan organisasi. 

valueconsultraining.co

Kepemimpinan juga dapat dikategorikan sebagai rangkaian kegiatan pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dengan kedudukan serta gaya atau perilaku pemimpin itu sendiri. Aktivitas atau kebiasaan sehari-hari manusia selalu dihadapkan dengan istilah organisasi dari bentuk dan model yang berbeda-beda.

Setiap organisasi dibentuk karena adanya sebuah tujuan. Pembentukan organisasi tidak luput dari pentingnya struktur organisasi itu sendiri, dimana struktur tersebut akan mendeskripsikan pekerjaan yang dibagi, kategori dan sinkronisasi.

Pada umumnya, suatu organisasi atau perusahaan memiliki struktur organisasi yang berbeda dengan organisasi atau perusahaan lainnya. Struktur organisasi yang tepat bagi suatu organisasi sangat bergantung pada strategi- strategi yang dipilih oleh pemimpin atau dari pemimpin dan anggotanya.

Oleh karena itu, Organisasi harus mempunyai seorang pemimpin untuk membantu mereka menjalankan semua komponen dalam organisasi tersebut. Meskipun demikian, seorang pimpinan tidak semata-mata dipilih dan ditentukan.

Terdapat persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi, serta kemampuan berpikir dan bertindak yang tentu harus dipertimbangkan. Setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda antara satu dan lainnya. Cara pandang mengenai isu-isu tertentu menjadi kapasitas kepemimpinan individu.

Tidak bisa dipungkiri bahwa menjadi seorang pemimpin harus bertanggung jawab dan memiliki peran yang berat dan berpengaruh. Akan tetapi, setiap hal dapat diatasi jika ia menggunakan taktik dan strategi yang sesuai dengan keadaannya.

Kesuksesan dan kegagalan pemimpin ditentukan oleh sifat yang dimilikinya sejak lahir. Individu pemimpin merupakan fokus dari pendekatan keahlian dan pendekatan sifat. Namun, jika pendekatan sifat berhubungan dengan karakter pribadi pemimpin yang dibawanya sejak lahir, maka pendekatan keahlian berpusat pada kemahiran dan kemampuan yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh seseorang yang ingin menjadi pemimpin.

Jika pendekatan sifat mempertanyakan siapa saja yang mampu untuk menjadi pemimpin, maka pendekatan keahlian mempertanyakan apa yang harus diketahui untuk menjadi seorang pemimpin. Kemampuan seseorang untuk mengaplikasikan pengetahuan dan kompetensi yang dimilikinya untuk mencapai tujuan merupakan pengertian dari pendekatan keahlian.

            Adanya pemimpin dalam suatu organisasi tidaklah cukup untuk mengantarkan sebuah organisasi dalam mencapai tujuannya. Faktor yang lebih penting adalah kompetensi pimpinannya, lebih-lebih organisasi sektor publik. Competency berarti cakap mampu. Management competency berarti kemampuan pimpinan dalam mengelola, mengatur dari merencanakan, mengoordinasikan dan mengawasi organisasi publik.

Adapun kompetensi yang harus dimiliki pimpinan publik adalah minimal tujuh kompetensi, yaitu: kompetensi mengatur dan mengelola diri sendiri, kompetensi mengelola komunikasi, kompeteni mengelola kemajemukan, kompetensi mengelola etika, kompetensi mengelola tim, kompetensi mengelola keragaman budaya, dan kompetensi mengelola perubahan.

Minimal ada  empat strategi yang harus dilakukan yaitu seorang pimpinan publik harus berfikir dan bertindak generalis, terus belajar, mengedepankan cara berfikir yang integralistik, strategik dan berorientasi pada pemecahan masalah dan pimpinan publik harus sepenuhnya konsentratratif.

Perilaku yang harus dilakukan pimpinan publik dalam mengelola komunikasi adalah sebagai berikut. Pertama, kodenisasi dalam penyampaian pesan. Kedua, tepat dalam penyampaian pesan sesuai dengan pengetahuan yang mendalam tentang latar belakang, tingkat pendidikan  dan kedudukan  aparatur pemerintah baik dalam organisasi publik maupun diluar. Ketiga, menggunakan dan mengembangkan sistem  komunikasi terbuka. Keempat,   mengatur media informasi yang dibutuhkan pegawai dan kelima,mendorong timbulnya timbal balik.

Editor : Nunung Asmawati

Website Developer : Doan Carlos Embara

Penulis : Muhammad Hussein (Universitas Lampung, Peserta LEADS Article Competition)

 

 

Sumber Referensi :

  1. Amaliyatul, Fitriyah dan Sulyadi , Agus “MEMBANGUN KOMPETENSI PEMIMPIN DALAM MENGELOLA ORGANISASI PUBLIK :STRATEGI DAN APLIKASI” dalam Mandani jurna Politik dan Sosial Kemasyrakatan (hlm. 0-0). Lamongan
  2. Badu,Q Syamsu dan Djafari, Novianty.September 2017.Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi (hlm 47-57). Gorontalo:Publishin Idea.
Fully Funded