Leads Indonesia

Articles

INDONESIA EMAS 2045:
AKSI PENGOPTIMALAN BONUS DEMOGRAFI DALAM BIDANG PENDIDIKAN

pixabay.com

Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar ke-empat di dunia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, jumlah penduduknya tercatat sebanyak lebih dari 273 juta jiwa. Besarnya populasi penduduk yang ada di Indonesia memberikan bonus demografi yang cukup besar. Bonus demografi sendiri merupakan jumlah populasi penduduk yang memasuki usia produktif mulai 15 hingga 64 tahun.

Bonus demografi dapat memberikan dampak yang positif maupun negatif bagi suatu negara. Bonus demografi yang mampu dioptimalkan dengan baik dapat memberikan pengaruh yang besar bagi kemajuan bangsa. Namun, jika sebaliknya justru akan menjadi bumerang yang dapat mengancam bangsa itu sendiri.

kompas.com

Lantas, bagaimana cara memulai pengoptimalan bonus demografi di bidang pendidikan?

Pada tahun 2021, Indonesia memasuki peringkat ke 4 se-Asia Tenggara dan ke-55 dari 73 negara dengan sistem pendidikan terbaik menurut survei global U.S News & World Report. Berdasarkan data tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa Indonesia masih memiliki kualitas pendidikan yang belum sempurna.

Sedangkan kini dunia telah memasuki era 5.0, dengan teknologi yang masif, maka dari itu Indonesia harus mampu meningkatkan kualitas pendidikannya dengan sikap adaptif. Dengan memanfaatkan teknologi informasi yang tepat guna akan memberikan kualitas yang lebih optimal.

Pendidikan sendiri dapat diibaratkan sebagai tubuh manusia yang membutuhkan asupan bergizi dan berkualitas sebagai sumber energi untuk melakukan aktivitasnya. Jika asupan yang diberikan memiliki kualitas yang baik dan memenuhi standar gizi, maka akan memberikan hasil yang optimal untuk tubuh.

Maka dari itu, pendidikan harus didukung dengan input atau asupan yang berupa perkembangan pola pikir pendidik dan siswanya. Keduanya  merupakan komponenn utama yang mendasari keberhasilan proses penyampaian informasi pendidikan.

Dengan pola pikir yang maju dan adaptif akan membantu dalam mengoptimalkan bonus demografi yang kita miliki. Sehingga, output yang dihasilkan dari proses pendidikan tersebut akan berdampak baik pada kualitas siswa Indonesia.

Namun, perlu diketahui bahwa masih banyak siswa di Indonesia yang belum mampu untuk mengembangkan pola pikir tersebut karena banyaknya kasus putus sekolah. Kasus putus sekolah yang dialami oleh siswa memiliki berbagai faktor pendorong, salah satu diantaranya adalah kesulitan dalam mendapatkan atau melanjutkan pendidikan karena adanya keterbatasan ekonomi.

Kondisi perkenomian keluarga yang belum stabil merupakan penghalang mereka dalam meraih cita-citanya. Mayoritas dari mereka akan meninggalkan pendidikan dan memilih untuk mencari pekerjaan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Alhasil, pekerjaan yang didapatkan pun tidak sesuai dengan harapan karena terbatasnya keterampilan yang mereka miliki.

Melihat banyaknya kasus yang terjadi, baik Pemerintah maupun masyarakat cukup tanggap dalam menangani hal ini. Dalam usahanya, Pemerintah telah meluncurkan berbagai program yang mampu menunjang kembali proses perkembangan pendidikan di Indonesia, salah satunya yaitu program beasiswa atau bantuan dana siswa seperti, PIP (Program Indonesia Pintar), KIP-Kuliah, Beasiswa Unggulan Kemdikbudristek, Beasiswa BUMN, Beasiswa LPDP, Beasiswa PPA, dan masih banyak lainnya.

Tak hanya itu, ada berbagai lembaga swasta yang juga turut memberikan kesempatan beasiswa bagi siswa di Indonesia, salah satunya adalah Leads Scholarship. Selain bantuan dana, baik Pemerintah maupun Swasta juga semakin kompak dalam pendistribusian sarana dan prasarana fasilitas pendukung pendidikan.

Tak cukup sampai di situ, banyak pelatihan –  pelatihan keterampilan yang ditujukan untuk siswa maupun mahasiswa dalam mengembangkan potensi emas yang dimiliki. Sehingga selain dengan proses akademik yang mulai berkembang, para siswa dapat memanfaatkan pelatihan tersebut untuk meningkatkan kualitas dalam diri mereka. Kualitas diri yang optimal dari setiap individu akan membantu Pemerintah dalam mewujudkan serangkaian cita-cita Indonesia Emas pada 2045 mendatang. Adapun empat pilar impian Indonesia Emas 2045, yakni:

  1. Pembangunan Manusia dan Penguasaan IPTEK,
  2. Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan,
  3. Pemerataan Pembangunan, dan
  4. Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Kepemerintahan .

Pada poin pertama, sudah cukup jelas bahwasanya Pemerintah menargetkan bonus demografi untuk pembangunan manusia dan penguasaan IPTEK. Maka dari itu, sudah sebaiknya kita untuk memanfaatkan segala fasilitas yang tersedia seperti teknologi dan informasi yang dapat diakses dimanapun dan kapanpun. Serta, meningkatkan kualitas diri guna mengoptimalkan potensi bonus demografi untuk Indonesia Emas 2045.

Editor : Nunung Asmawati

Website : Doan Carlos Embara

Penulis : Icha Salsabila_Universitas Sebelas Maret (Peserta LEADS Article Competition)

Referensi:

https://www.bps.go.id/news/2021/01/21/405/bps–270-20-juta-penduduk-indonesia-hasil-sp2020.html

https://www.bps.go.id/istilah/index.html?Istilah_page=4

U.S News & World Report https://www.usnews.com/news/best-countries/best-countries-for-education

https://iap2.or.id/pentingnya-partisipasi-publik-dalam-mewujudkan-target-indonesia-emas-2045/#:~:text=IAP2%20Indonesia%20%E2%80%93%20Dilansir%20dari%20dokumen,%2C%20(3)%20Pemerataan%20Pembangunan%2C

Jurnal Siti Nurrohmah, Esma Nur Sevina Agustin, dan Hilya Anbiyani Fitri Muhyidin: Memanfaatkan Bonus Demografi dengan Mewujudkan Generasi Emas Melalui Kecakapan Abad 21

Fully Funded