Leads Indonesia

Articles

UPAYA MEWUJUDKAN INDONESIA EMAS 2045 DENGAN STRATEGI PERTUMBUHAN EKONOMI, MELALUI DEDI MELI
(DESA DIGITAL MELEK TEKNOLOGI)

money.kompas.com

Bonus demografi merupakan keadaan di mana negara memiliki jumlah penduduk usia muda yang melimpah, yaitu sekitar 2/3 dari jumlah penduduk keseluruhan (Umar, 2018). Hal ini, lebih jauh menjelaskan bahwa bonus demografi memberikan implikasi kepada negara untuk memiliki proporsi penduduk usia kerja yang lebih banyak dibandingkan dengan proporsi penduduk bukan usia kerja.

Diperkirakan akan hadirnya bonus demografi pada tahun 2030 tentu memberikan intervensi dua sisi pada kestabilan negara, dependen dan terkorelasi positif dengan sumber daya manusia usia produktif apa yang akan terbentuk dan dibentuk oleh negara.

Indonesia Emas 2045 pada dasarnya merujuk kepada cita-cita yang akan dicapai oleh negara Indonesia, yaitu menjadi negara “Super Power” yang salah satunya direpresentasikan oleh keberadaan bonus demografi (Zulham & Romadhona, 2021).

Penitikberatan Indonesia Emas 2045 pada dijadikannya Indonesia sebagai negara “Super Power” dengan eksistensi bonus demografi tentunya tidak akan terlepas dari peran ekonomi sebagai salah satu tombak utama dalam membangun kestabilan dan kedaulatan negara. Menurut Sukirno (2011) pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah (Soleh, 2014).

www.harapanrakyat.com

Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan bonus demografi dalam perealisasian Indonesia Emas 2045 adalah dengan memampukan masyarakat agar berdaya dalam penggunaan teknologi sesuai dengan faktor-faktor pertumbuhan ekonomi menurut mahzab klasik. Hal tersebut tentunya sejalan dengan tantangan era industri 5.0 yang secara komprehensif menuntut setiap manusia agar hidup berdampingan dengan segala bentuk kemajuan teknologi.

Berkaitan dengan hal tersebut, strategi optimal yang dapat diinisiasikan dalam memanfaatkan bonus demografi tersebut adalah dengan membentuk “DEDI MELI” (Desa Digital Melek Teknologi), mengingat hingga tahun 2022, desa menjadi tempat tinggal dan hidup lebih dari 43,3% penduduk Indoensia menurut Badan Pusat Statistik.

Pembangunan infrastruktur teknologi informasi sangat dibutuhkan dalam mendongkrak daya saing Indonesia secara keseluruhan termasuk dalam pertumbuhan ekonomi (Suyatna, 2019). Hal tersebut salah satunya dibuktikan dengan eksistensi dari e-commerce.

E-commerce atau electronic commerce merupakan sebuah mekanisme dalam pengelolaan bisnis secara elektronik, fokusnya adalah pada transaksi bisnis jual beli individu melalui media internet (Supriyanto & Hana, 2020).

Pemanfaatan teknologi oleh para konsumen dan produsen melalui toko online, tidak dipungkiri sangat mempengaruhi perkembangan usaha yang apabila tidak disikapi dengan baik oleh para pelaku usaha tradisional khususnya UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di desa, tentu akan menurunkan daya saing UMKM tersebut.

Dengan keadaan yang demikian, maka diperlukan sebuah terobosan baru yang menitikberatkan pada pembenahan strategi UMKM dengan memanfaatkan media promosi melalui pembuatan toko online dengan pembentukan Desa Digital Melek Teknologi yang berdampingan dengan eksistensi bonus demografi yang segera hadir secara tidak terelakkan.

Desa digital secara garis besar menitikberatkan pada terpenuhinya kebutuhan infastruktur telekomunikasi dan informasi di desa berbarengan dengan tersedianya kualitas layanan internet cepat bagi seluruh desa yang ada di Indonesia melalui “tol langit” dengan masyarakat melek teknologi sebagai implikasinya.

Hal tersebut diharapkan dapat menjadi tombak perubahan bagi UMKM agar dapat bersaing dengan keberadaaan e-commerce yang secara langsung berkorelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hal tersebut, lebih jauh dapat secara langsung mengoptimalkan bonus demografi 2030 dengan indikator terciptanya generasi produktif Indonesia yang berdaya teknologi, mampu berpikir kritis, kreatif, dan kompeten dalam bersaing secara global.

Desa digital dengan masyarakat yang melek teknologi secara komprehensif akan membentuk sebuah sistem pelayanan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat berbasis pemanfaatan teknologi informasi melalui jaringan nirkabel (Pangemanan, Karouw, & Rindengan, 2021).

Selain bermanfaat dalam pertumbuhan ekonomi terkait pemasaran sistem e-commerce dan pengembangan potensi desa, “DEDI MELI” akan sangat mempermudah percepatan akses serta pelayanan publik pemerintah seperti memperlancar penggunaan aplikasi sistem keuangan desa (Siskeudes) sehingga pengelolaan keuangan desa termasuk dana desa dapat lebih transparan dan akuntabel.

Hingga saat ini, pembentukan beberapa desa digital merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Dalam pengimplementasiannya, pemerintah daerah dapat secara komprehensif mengajukan usulan kepada Kemkominfo sebagai pihak yang menyediakan layanan internet.

Dengan program desa digital, Kemkominfo melalui BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) menyediakan jaringan, perangkat, aplikasi yang sesuai dengan karakteristik penduduk, dan pendampingan yang tepat untuk masyarakat di desa 3T dan lokasi prioritas (LokPri).

Untuk mewujudkan desa digital sebagai solusi efektif dalam menghadapi bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045, dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak dalam hal pendanaan, pendampingan, pelatihan, serta literasi digital.

Penggunaan dana desa secara bijaksana haruslah sejak dini diarahkan pada penerapan teknologi digital. Hadirnya era industri 5.0 yang dibarengi dengan lahirnya bonus demografi 2030 telah memberikan implikasi positif pada percepatan pencapaian Indonesia Emas 2045. Namun, di lain sisi, hal tersebut secara tidak terelakkan juga menghadirkan tantangan ekonomi yang menuntut “DEDI MELI” (Desa Digital Melek Teknologi) agar segera terealisasi secara menyeluruh.

REFERENSI

Gunawan, M. H. (2020). PERTUMBUHAN EKONOMI DALAM PANDANGAN EKONOMI ISLAM. TAHKIM, 16(1), 117-128.

Pangemanan, A. A. A., Karouw, S. D. S., & Rindengan, Y. D. Y. (2021). Perencanaan Pengembangan Desa Digital di Kauditan I. Jurnal Teknik Informatika, 16(4), 393- 400.

Soleh, A. (2014). Pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan di Indonesia. EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 2(2).

Sugara, A., & Dewantara, R. Y. (2017). Analisis kepercayaan dan kepuasan terhadap penggunaan sistem transaksi jual beli online (Studi pada konsumen “Z”). Brawijaya University,

Supriyanto, A., & Hana, K. F. (2020). Strategi Pengembangan Desa Digital Untuk Meningkatkan Produktivitas UMKM. BISNIS: Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam, 8(2), 199-216.

Suyatna, R. (2019). Desa Digital sebuah Konsep Katalisasi Pemberdayaan Masyarakat Desa. Jurnal Lingkar Widyaiswara, 1(1), 22-26.

Umar, M. A. (2018). Bonus demografi sebagai peluang dan tantangan pengelolaan sumber daya alam di era otonomi daerah. Genta Mulia: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 8(2).

Zulham, M., & Romadhona, M. R. (2021). Bela Negara in Islamic Frame to Realize The Vision Of Indonesia Emas 2045. Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 5(2), 375-390.

Editor : Nunung Asmawati

Website : Doan Carlos Embara

Penulis : Az-Zahra Helmi Putri Rahayu (Juara 3 Leads Article Competition 2022)

Fully Funded