Leads Indonesia

Articles

EQUATION APP

Langkah Awal Indonesia Emas 2045 di Bidang Pendidikan

Website seTARA Daring dari kemendikbud untuk pendidikan kesetaraan

Tingginya Persentase Jumlah Siswa Putus Sekolah

Pandemi Covid-19 telah membawa pengaruh luar biasa terhadap pembangunan manusia di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus stagnan pada katogori sedang (60-79) meskipun mengalami peningkatan yang tidak terlalu signifikan dibandingkan tahun sebelumnya ketika belum terjadi pandemi. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), IPM tahun 2018 hingga 2019 masing-masing mencapai 71,39 dan 71,92. Berdasarkan data tersebut selama kurun waktu satu tahun terjadi peningkatan IPM sebesar 0,53 poin. Sementara IPM tahun 2021 mencapai 72,29 yang artinya selama kurun waktu dua tahun terjadi peningkatan IPM sebesar 0,37 poin. Jika poin IPM terus mengalami penurunan atau kenaikan yang tidak terlalu signifikan, maka pembangunan SDM yang berkualitas akan sulit tercapai. Pasalnya, indikator poin tersebut diperoleh dari tiga dimensi antara lain kesehatan (umur panjang dan hidup sehat), pendidikan (pengetahuan), dan ekonomi (standar hidup layak).

Pendidikan menjadi salah satu poin penting dalam pembangunan SDM yang berkualitas. Peningkatan IPM yang tidak terlalu signifikan ternyata dipengaruhi oleh kualitas pendidikan saat ini. Menurut BPS 2019 hingga 2021, jumlah penduduk yang berstatus tidak bersekolah lagi (putus sekolah) mengalami peningkatan dari 67,11 persen menjadi 71,52 persen. Angka putus sekolah tahun 2021 merupakan angka tertinggi selama enam tahun terakhir. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi hal tersebut yakni faktor ekonomi dan sarana serta prasarana pendidikan. 

Keterpurukan ekonomi sangat terasa berpengaruh terhadap pendidikan selama masa pandemi ini hingga akhir tahun 2021 dimana pemerintah mencatat sebanyak 72.983 karyawan telah menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) (Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemnaker, 2021). Tak heran, akibat hal tersebut jumlah pengangguran di Indonesia melonjak tajam sejak Februari hingga Agustus 2021 dari 8,7 juta menjadi 9,8 juta atau mengalami peningkatan sebesar 1,1 juta dalam kurun waktu enam bulan (BPS, 2021). Jumlah penggangguran tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, banyak orang tua siswa yang kesulitan membiayai sekolah anaknya di masa pandemi ini. Meskipun terdapat penangguhan pembayaran biaya sekolah, akan tetapi kebutuhan sekolah lainnya seperti kuota tetap menjadi prioritas utama dalam menunjang pendidikan. 

Faktor kedua, sarana dan prasarana yang menunjang fasilitas belajar siswa masih sangat minim. Hal tersebut didukung dengan tingginya jumlah sekolah yang berakreditasi B dan C pada tahun 2019 masing-masing mencapai 54,24 persen dan 18,15 persen. Sementara jumlah sekolah yang berakreditasi A hanya mencapai 25,34 persen. Di samping itu, masih terdapat sekitar 1.416 sekolah yang tidak terakreditasi (Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah, 2019). Kurang mendukungnya fasilitas belajar bagi siswa tersebut menyebabkan minat sekolah di kalangan generasi muda menjadi rendah sehingga mereka kesulitan mengembangkan potensinya. Dengan demikian, jika hal tersebut terus menerus dibiarkan, maka angka putus sekolah di masa depan akan terus melonjak tajam. 

Sementara pemberdayaan SDM melalui pendidikan sangat penting untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Terlebih Indonesia akan menghadapi momentum emas pada tahun 2030 yakni bonus demografi dimana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan meningkat signifikan dibandingkan usia non produktif. Era ini diyakini merupakan kesempatan besar bagi Indonesia untuk memacu pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan sosial. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan pengembangan SDM yang mampu menciptakan masyarakat yang tangguh yakni mereka yang mampu bekerja secara produktif di masa depan. Keberhasilan tersebut dapat dicapai salah satunya melalui perbaikan sistem pendidikan yang ada saat ini.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah saat ini untuk menekan persentase putus sekolah di Indonesia yaitu melalui penyediaan Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan (PPK) Paket C berbasis luring dan daring (online). Pembelajaran berbasis daring dilakukan melalui aplikasi yang disebut seTARA daring. Aplikasi tersebut memiliki keunggulan yaitu siswa dapat belajar dari jarak jauh terutama di masa pandemi seperti ini tanpa memakan energi dan biaya akomodasi karena di dalamnya terdapat fasilitas berupa kelas, akses daftar mata pelajaran, modul materi, diskusi, pengiriman penugasan, dan ujian pendidikan kesetaraan (UPK) yang keseluruhannya dilakukan secara efektif dan efisien. Akan tetapi, aplikasi ini memiliki kelemahan yakni tidak menyediakan fitur pengembangan minat dan bakat baik secara hard skill maupun soft skill layaknya sekolah luring pada umumnya. Karena hal tersebut sangat penting untuk menumbuhkan minat dan bakat siswa agar memiliki daya produktif yang baik di masa depan terutama sebagai bekal dalam memanfaatkan bonus demografi 2030 untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. 

Oleh karena itu, diperlukan inovasi aplikasi PPK yang memiliki fitur pengembangan minat dan bakat sebagai strategi penting untuk mengembangkan SDM di era bonus demografi. Pengembangan SDM yang berkualitas dengan melibatkan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi (IPTEK) merupakan pilar utama dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045 menuju pendidikan yang lebih baik dari sisi moral (karakter), intelektual, jasmani serta rohani (agama).

Equation App: Aplikasi Pendidikan Setara dan Unggul (Equal and Superior Education).

Equation App singkatan dari equal and superior education yang merupakan aplikasi pembelajaran dan pendidikan kesetaraan terbarukan yang tujuannya untuk memberdayakan siswa (masyarakat) yang putus sekolah sehingga mereka tetap dapat memperoleh hak untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan diri demi masa depannya yang lebih baik. Aplikasi ini berbeda dengan aplikasi lainnya karena memiliki fitur kompleks layaknya sekolah luring pada umumnya. Fitur tersebut antara lain fitur pilihan program pendidikan kesetaraan (PPK), fitur e-book mata pelajaran, fitur presensi, fitur kelas dan diskusi, fitur penilaian dan penugasan, fitur e-library, fitur konsultasi dan pengaduan, fitur ujian pendidikan kesetaraan (UPK), fitur unit kegiatan siswa (UKS), fitur unit kegiatan umum (UKU), fitur report, dan fitur informasi.

User (pengguna) aplikasi Equation terdiri dari tiga komponen yakni lembaga pemerintahan, komunitas, guru, dan siswa. Lembaga pemerintahan berperan sebagai legalitas kegiatan pembelajaran dan pendidikan pada aplikasi ini seperti membuka pelaksanaan UPK dan sertifikasi hasil ujian serta memberikan pengembangan SDM melalui fitur UKU seperti mengadakan webinar, workshop, dan lainnya. Guru berperan sebagai pengajar siswa di setiap PPK dan menilai kegiatan belajar setiap siswanya. Siswa berperan untuk memperoleh pembelajaran (intelektual) dan pendidikan (minat dan bakat, karakter, jasmani, dan rohani). Komunitas berperan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa di luar pembelajaran pengetahuan.

Sebelum aplikasi Equation dapat digunakan, user harus mendaftarkan diri terlebih dahulu dan mengisi identitas diri yang menyangkut nama lengkap, asal/domisili, tempat dan tanggal lahir, usia, status, dan lain-lain. Status dalam hal ini mencakup siswa, guru, komunitas, dan lembaga pemerintahan. Bagi siswa yang memilih program kesetaraan C, maka di profilnya akan tertera siswa paket C. Bagi guru paket C pengajar Matematika maka di profilnya akan tertera “Guru Matematika C”. Bagi lembaga pemerintah maupun komunitas maka akan tertulis misalnya Kemdikbud, Komunitas Literasi, dan lainnya.

Fitur pilihan program pendidikan kesetaraan (PPK) berisi program kesetaraan paket A, B, dan C. Paket A ialah program layanan pendidikan kesetaraan yang setara dengan SD atau jenjang pendidikan dasar. Paket B ialah program layanan pendidikan yang setara dengan jenjang pendidikan dasar lanjutan atau SMP dan paket C setara dengan jenjang pendidikan menengah atau SMA.

Fitur e-book mata pelajaran berisi sejumlah mata pelajaran yang sesuai dengan PPK yang dipilih oleh siswa. Mata pelajaran yang ada pada aplikasi ini sesuai dengan kebijakan pemerintah saat ini yakni menggunakan kurikulum 2013. Materi yang disampaikan pengajar akan dirilis di fitur ini.

Fitur presensi memudahkan siswa untuk melakukan kehadiran di kelas sesaat sebelum kelas daring dimulai. Fitur ini akan diatur hingga jam pelajaran berakhir. Toleransi keterlambatan kehadiran ialah 15 menit. Melebihi batas tersebut, siswa dianggap terlambat, tidak hadir (alfa), sakit atau izin jika siswa memberikan konfirmasi pada gurunya. Agar tidak terjadi hal demikian, maka fitur ini akan memberikan notifikasi pada smartphone siswa 15 menit sebelum kelas dimulai. Fitur notifikasi ini pun dapat diatur secara personal oleh siswa agar mereka tidak lupa untuk mengisi persensi misalnya diatur sehari sebelum kelas dilaksanakan.

Fitur kelas dan diskusi terdiri dari dua opsi di dalamnya yakni kelas sinkronous dan asinkronous. Pembelajaran kelas secara sinkronous dilakukan melalui sistem komunikasi real time misalnya menggunakan google meets maupun zoom meetings. Jika guru mengadakan sistem pembelajaran dengan cara tersebut, maka link pertemuan akan diinput oleh guru pada fitur ini maksimal satu hari sebelum pembelajaran berlangsung. Sementara pembelajaran asinkronous dilakukan secara tidak real time dimana komunikasi pembelajaran dilakukan melalui bantuan media perantara seperti guru memberikan penugasan menonton materi dari youtube terkait proses pembentukan hujan atau penugasan lainnya. Jika guru menggunakan sistem tersebut, maka link YouTube akan diinput pada fitur ini.

Fitur penugasan dan penilaian digunakan untuk mempermudah guru dalam menginformasikan penugasan kepada siswanya dan mengatur batas waktu pengiriman tugas. Siswa dapat mengumpulkan tugasnya pada template yang sudah disediakan oleh gurunya. Setelah tugas dikirimkan, guru akan memberikan penilaian terhadap tugas siswanya di fitur ini.

Fitur e-library merupakan perpustakaan online yang menyediakan e-book atau bahan bacaan yang menunjang pendidikan siswanya baik berupa e-book pengetahuan, karakter, agama, dan lain-lain. Siswa dapat membaca bahan bacaan di fitur ini tanpa harus mengunduhnya.

Fitur konsultasi dan pengaduan digunakan bagi siswa yang ingin konsultasi dengan guru bimbingan konseling atau psikolog terkait masalah internal dan eksternal yang memicu kegiatan pembelajaran siswa dan siswa juga dapat melakukan pengaduan apabila memperoleh hal yang tidak diinginkan selama proses pembelajaran berlangsung seperti bullying yang dilakukan oleh teman atau gurunya. Guru akan memberikan arahan dan solusi bagi siswa tersebut. Dengan demikian, kesehatan mental siswa dapat terjaga sehingga mereka dapat mengembangkan potensinya secara maksimal selama kegiatan pembelajaran.

Fitur UPK berisi terkait pendaftaran, panduan, dan pelaksanaan ujian pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan oleh kemendikbud maupun lembaga lainnya yang bersifat legal. Setelah ujian selesai, nantinya siswa akan memperoleh ijazah bersifat elektronik.

Fitur unit kegiatan siswa (UKS) berisi berbagai macam organisasi yang menunjang minat dan bakat siswa paket A, B, dan C. Siswa dapat mengikuti organisasi daring sesuai minat dan bakatnya serta mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi tersebut. Pada fitur ini, Equation bekerjasama dengan sejumlah komunitas di berbagai bidang agar terlibat dalam pengembangan SDM bagi mereka yang putus sekolah sehingga setelah lulus dari pendidikan kesetaraan ini, mereka dapat memiliki keahlian yang menunjang masa depannya. Sementara fitur unit kegiatan umum (UKU) berisi kegiatan seperti webinar, workshop dan lainnya yang berkenaan dengan pendidikan, SDM, dan lainnya. Kegiatan ini dapat diikuti oleh semua siswa baik paket A, B, dan C. Siswa yang mengikuti kegiatan ini akan memperoleh sertifikat untuk menunjang masa depan mereka ketika terjun di lapangan seperti masyarakat, dunia kerja, maupun ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Fitur report berisi laporan hasil studi dari awal hingga akhir pembelajaran berlangsung. Ini dapat bermanfaat bagi siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun untuk mencari pekerjaan. Laporan ini berisi nilai mata pelajaran dan nilai karakter siswa dari keaktifan mengikuti UKS dan UKU. Terakhir di aplikasi ini tersedia fitur informasi yang berisi informasi kapan pendaftaran UPK, informasi lowongan kerja, informasi pendaftaran perguruan tinggi, informasi beasiswa, dan lainnya.

Equation App Kunci Pengoptimalan Bonus Demografi 2030 Untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Kasus peningkatan jumlah siswa putus sekolah harus segera diakhiri karena hal tersebut akan berdampak buruk terhadap kualitas SDM di era bonus demografi dan dapat menghambat target pencapaian visi Indonesia Emas 2045 di berbagai bidang. Kunci pemutusan rantai masalah tersebut ialah melalui implementasi aplikasi Equation sejak dini. Aplikasi ini dapat memberikan pembelajaran dan pendidikan yang kompleks dan gratis bagi siswa yang putus sekolah. Mereka tidak sekedar dibina dari sisi intelektual, tetapi mereka juga akan dibina dari sisi nilai agama dan moral sehingga tercipta generasi yang setara, unggul, dan berkualitas. 

Aplikasi ini sangat menjunjung tinggi amanah Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 (setelah amandemen) tentang Hak dan Kewajiban di Bidang Pendidikan yang intinya bahwa setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan dan pemerintah harus mengusahakan dan menyelenggarakan sebuah sistem pendidikan nasional dengan memajukan iptek yang mampu meningkatkan keimanan, moral, dan pengetahuan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan demikian, apabila aplikasi ini segera diimplementasikan dalam jangka pendek hingga panjang maka bukan hal yang tidak mungkin persentase angka putus sekolah akan berakhir, SDM menuju 2030 semakin berkualitas, dan target Indonesia Emas 2045 akan terwujud.

REFERENSI

Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah. (2019). Akreditasi Sekolah 2019: 25% A, 54% B, 18% C, dan 2% Tak Terakreditasi. Diakses dari https://news.detik.com/berita/d4825881/akreditasi-sekolah-2019-25-a-54-b-18-c-dan-2-tak-terakreditasi.

BPS. (2019). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada tahun 2019 mencapai 71,92. https://www.bps.go.id/pressrelease/2020/02/17/1670/indeks-pembangunan-manusia– ipm–indonesia-pada-tahun-2019-mencapai-71-92.html

BPS. (2021). Status Pendidikan 5 Tahun ke Atas (Persen), 2019-2021. https://banyuasinkab.bps.go.id/indicator/28/177/1/status-pendidikan-5-tahun-ke-atas.html Kemnaker. (2021).

Kemnaker: 72.983 Pekerja Kena PHK Selama Pandemi Covid-19. https://m.liputan6.com/bisnis/read/4750566/kemnaker-72983-pekerja-kena-phk-selamapandemi-covid-1

http://setara.kemendikbud.go.id/

Editor : Nunung Asmawati

Website : Doan Carlos Embara

Penulis : Deva Dirgantina (Mahasiswa aktif Universitas Islam Negeri Gunung Djati, Kota Bandung)

Artikel ditulis dengan judul asli: EQUATION APP Sebagai Aplikasi Pembelajaran Dan Pendidikan Kesetaraan Terbarukan Untuk Mengatasi Siswa Putus Sekolah Dalam Mewujudkan Sumber Daya Manusia Unggul Dan Produktif Di Era Bonus Demografi Menuju Indonesia Emas 2045 dan diikutsertakan dalam Leads Article Competition 2022.

Fully Funded