Leads Indonesia

Articles

OPTIMALISASI PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI LANGKAH MENUJU INDONESIA EMAS 2045

seputarkuliah.com

           Pada tahun 2045 nanti Indonesia akan berusia tepat 100 tahun. Pada tahun itu akan bersua jendela demografi yang mana kuantitas usia produktif akan lebih banyak dibandingkan dengan usia yang nonproduktif. Menurut survei, di tahun 2045 mendatang usia angka produktif bisa mencapai 70%, dan selebihnya termasuk usia nonproduktif.

           Indonesia sebagai negara berkembang dan negara yang padat penduduknya masih jauh tertinggal dengan negara-negara lain akan pendidikannya, contohnya adalah Jepang. Namun, beberapa anak Indonesia juga berusaha untuk memaksimalkan pendidikannya di negara-negara lain. Untuk memanfaatkan momen ini diperlukan penduduk yang memiliki wawasan luas serta memiliki karakter yang baik agar berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

pixabay.com

           Apa yang akan terjadi bila pembangunan di Indonesia tidak dibarengi dengan Pendidikan dan karakter-karakter yang baik?. Meskipun telah terdapat lapangan pekerjaan yang luas dan memadai, namun percuma dengan pemuda yang memiliki Pendidikan dan moral yang jongkok.

           Seiring dengan berkembangnya teknologi, seharusnya pemuda Indonesia lebih memanfatkan teknologi sebagai kemajuan atau peningkatan pendidikan bukan malah meninggalkan pendidikan demi kemajuan teknologi.

           Pendidikan merupakan sesuatu hal yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan yang mana, bahwa kita berhak untuk menerima dan mendapatkan Pendidikan. Secara umum Pendidikan merupakan sebuah proses untuk menelaah kehidupan pada tiap individu dalam menjalankan kehidupannya.

           Teori Gardner membuat jelas bahwa proses belajar merupakan hal kompleks dan bukan hanya mempertimbangkan gaya belajar kesukaan siswa, melainkan juga kecerdasan atau cara memahami sesuatu yang mereka sukai. Tujuan Pendidikan bukanlah hanya sekedar peningkatan intelektualitas peserta didik dengan memasok pengetahuan sebanyak mungkin.

           Namun tujuan tingkat tertinggi dari Pendidikan bukanlah hanya sekadar itu saja, tetapi membentuk kepribadian seorang siswa secara keseluruhan serta merubah prilaku mereka dari perilaku yang menyimpang ke perilaku yang positif. Kita dapat menjadikan pendidikan di Jepang sebagai referensi untuk memperbaiki kualitas pendidikan mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah atas hingga melanjutkan ke perguruan tinggi.

           Seperti sekolah dasar di Jepang yang lebih mengajarkan siswa untuk lebih mandiri dan memiliki karakter yang baik. Kemudian di tingkat selanjutnya mereka akan mendapat pendidikan akademik, dan mengembangkan minat bakat serta potensi yang mereka miliki. Tidak sama dengan pendidikan di Indonesia yang membebankan siswanya untuk menguasai semua pelajaran, padahal banyak dari siswanya yang tidak menyukai beberapa mata pelajaran, namun mereka memiliki potensi di bidang lain.

           Kedisiplinan warga Jepang dalam mengharagai waktunya serta minat baca yang tinggi dapat menjadi acuan bagi pemuda Indonesia di masa yang akan datang. Untuk itu kita perlu mencontoh kedisiplinan warga Jepang terhadap pendidikannya, minat baca mereka yang tinggi, dan sikap mereka yang sangat menghargai waktu.

           Oleh karena itu, diperlukan kontribusi pemuda Indonesia untuk lebih mementingkan pendidikan dan karakter serta menjadi pemimpin yang bijak dan amanah. Agar dapat memimpin Indonesia, dan menciptakan perubahan-perubahan wajah Indonesia menjadi lebih baik agar tercapainya tujuan kita dalam mengoptimalkan Bonus Demografi 2030 dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Maka dari itu, mulai dari sekarang kita dapat mempersiapkan generasi emas dengan membentuk karakter dan kualitas diri mereka mulai dari sekarang. Tidak hanya Pendidikan karakter saja, tetepi kita juga harus memepersipakan dan meningkatkan sumber daya manusia agar tercapai tujuan kita di masa yang akan datang. Dengan hal itu, kita dapat berkesempatan untuk memajukan dan menyandang Indonesia Emas 2045.

Editor : Nunung Asmawati

Website : Doan Carlos Embara

Penulis : Miftahul Jannatul Husna (Universitas Andalas, Peserta LEADS Article Competition)

 

Sumber Referensi :

  1. https://s.id/ZzfJ
  2. https://s.id/Zzi9
  3. https://s.id/-ZzuP
  4. https://journal.uniga.ac.id/index.php/JP/article/view/69/7
Fully Funded