Leads Indonesia

Articles

PEMBAHARUAN PEMBANGUNAN EKONOMI DI DAERAH PEDESAAN UNTUK MENGOPTIMALKAN BONUS DEMOGRAFI 2030 MENUJU INDONESIA EMAS 2045

kumparan.com

           Pada tahun 2030, pemerintah menyatakan bahwa Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi yang akan berlangsung sampai dengan tahun 2040.

           Bonus demografi memiliki arti bahwa jumlah penduduk pada usia pekerja atau produkti yaitu sekitar 15-64 tahun akan lebih besar dibandingkan usia tidak produktif.

           Pemerintah memperkirakan bahwa pada masa bonus demografi tersebut, akan ada 297 juta jiwa atau sekitar 64% dari total jumlah penduduk Indonesia yang berada di usia produktif (Rachman, 2019).

pixabay.com

           Dalam kesejahteraan perekonomian Indonesia, Bonus demografi memiliki banyak dampak positif, seperti meningkkatkan kesempatan kerja yang produktif, meningkatkan peran perempuan dalam partisipasi kerja, dan mendorong masyarakat untuk melakukan investasi terhadap ekonomi kreatif (Fair, 2015).

           Namun, hal-hal positif tersebut harus didukung oleh kesiapan pemerintah dalam memberikan saran-prasarana memadai yang bisa dijadikan penduduk usia produktif sebagai “senjata” dalam menghadapi bonus demografi.

           Terlebih lagi di daerah pedesaan yang sebenarnya memiliki banyak potensial dalam pembangunan perekonomian untuk Indonesia sejahtera.

            Pemerintah perlu meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat pedesaan sehingga penduduk usia produktif di pedesaan memiliki bekal akan pengetahuan yang nantinya berguna pengelolaan pembangunan perekonomian lokal.

           Penduduk desa pastinya lebih mengetahui bagaimana kondisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia di daerahnya, sehingga perlu diakannya pembaharuan pengelolaan ekonomi desa, seperti pada bidang pertanian.

           Banyak petani yang menjualkan hasil taninya kepada makelar yang mana membuat petani hanya bisa mendapatkan hasil jual yang sedikit.

           Hal inilah yang dapat diubah oleh penduduk usia produktif yang dirasa memiliki pengetahuan lebih dibandingkan generasi sebelumnya mengenai penjualan hasil tani.

           Sehingga petani dari usia produktif ini dapat menjual hasil taninya tanpa melalui perantara makelar.

            Selain itu, pada tahun 2030, teknologi akan semakin maju, hal inilah yang diharapkan oleh pembaharuan perekonomian di bidang pertanian ini.

           Penduduk usia produktif bisa memperbaharui sistem pertanian dengan tekonologi yang lebih maju. Terlebih lagi bagi petani yang mengelola lahan milik orang lain sehingga bisa menggunakan alternatif ini (Transformasi masyarakat petani dari tradisional ke modern, no date).

            Meskipun Bonus Demografi memiliki banyak manfaat bagi kesejahteraan Indonesia, tapi Bonus Demografi ini juga memiliki banyak tantangan yang tidak mudah untuk dihadapi, termasuk pada bidang pertanian.

            Beberapa hal diantaranya, seperti rendahnya tingkat ekonomi masyarakat di pedesaan yang cenderung rendah sehingga menciptakan ketidakmampuan masyarakat dalam menyiapkan peralatan pertanian yang lebih baik.

           Selain itu juga, penduduk usia produktif cenderung memiliki pemikiran yang cenderung ingin bekerja di lingkungan lebih modern sehingga timbul rasa gengsi jika bekerja di bidang pertanian karena dianggap lebih rendah statusnya.

            Maka dari itu untuk terwujudnya Bonus Demografi harus dibarengi dengan peran pemerintah dan masyarakat sehingga bisa terwujudnya generasi emas Indonesia 2045.

Editor : Nunung Asmawati

Website : Doan Carlos Embara

Penulis : Dhea Amelia (Peserta LEADS Article Competition)

Sumber Referensi :

Fair, E. (2015) Gagasan Mahasiswa Untuk Menjawab Jendela Kesempatan Bonus Demografi. Deepublish.

Rachman, N.A. (2019) Menuju Pelayanan Publik Non Diskriminatif : Bagaimana Seharusnya Birokrasi Merespon Keberagaman Indonesia.

Transformasi masyarakat petani dari tradisional ke modern (no date).

Fully Funded